02 Jemaat di Smirna

Kali ini kita akan belajar tulisan yang ditujukan kepada jemaat di Smirna. Mari kita baca terlebih dahulu ayatnya;

Wahyu 2:8  “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali: 

Wahyu 2:9  Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu–namun engkau kaya–dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis. 

Wahyu 2:10  Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. 

Wahyu 2:11  Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua.” 

            Tulisan kepada jemaat di Smirna ini perlu kita perhatikan baik-baik, dikatakan “Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali”. Kita memang tahu bahwa yang dimaksudkan adalah Pribadi Tuhan Yesus sendiri. Namun dalam kalimat tersebut ada pengajaran yang sangat dalam yang perlu kita ketahui, yaitu dikatakan  Yang Awal dan Yang Akhir. Ini sama seperti di Wahyu 1:8 yang dikatakan  “Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.”

Perhatikanlah bahwa kalimat tersebut tidak mengatakan: Yang Awal hingga Akhir atau Aku adalah Alfa hingga Omega, melainkan dikatakan Awal dan Akhir, Alfa dan Omega. Memang apa bedanya antara Yang awal hingga akhir dengan Yang awal dan Yang akhir?

Mari kita perhatikan…

Seandainya dikatakan dari Awal hingga Akhir, maka Tuhan Yesus harus hidup dalam urutan waktu manusia atau dalam bahasa Yunaninya adalah kronos yang berarti urutan waktu.

Namun perlu kita ketahui bahwa Tuhan Yesus yang adalah Allah, tidak hidup dalam natur waktunya manusia melainkan hidup dalam naturnya Allah sendiri yaitu “kekekalan” yang dalam bahasa Yunaninya adalah aionios. Tuhan Yesus sebagai Allah adalah awal dari segala sesuatu, Ia adalah pencipta dari segala sesuatu dan tidak ada sesuatu yang ada tanpa Tuhan Yesus yang menciptakannya.

Dan Tuhan Yesus bukan saja sekedar Awal dari segala sesuatu, namun dikatakan bahwa sekaligus Ia juga akhir dari segala sesuatu. Awal dan Akhir, Alfa dan Omega. Artinya secara serentak atau pada saat bersamaan Tuhan Yesus itu ada di Awal namun juga telah ada di Akhir. Woww sungguh tidak dapat dibayangkan betapa luar biasanya Allah kita. Bahwa Tuhan Yesus hadir secara bersamaan di Awal dan di Akhir, di Alfa dan di Omega. Tentu kita tidak dapat menyelami nature Allah ini karena manusia hidup hanya di tataran kronos atau kronologi atau urutan waktu. Kita juga tidak bisa kembali kepada waktu sebelumnya, dan tidak bisa lebih cepat untuk sampai pada waktu yang akan datang. Namun tidak demikian dengan Allah, bahwa Tuhan Yesus saat ini masih ada di Awal dari segala sesuatu sekaligus juga telah sampai di Akhir dari segala sesuatu. Ia hadir secara bersamaan, secara serentak dan tidak ada waktu di mana tidak ada Allah karena Allah adalah Allah di atas segala waktu. Bahkan perlu kita ketahui bahwa “waktu” Allah yang menciptakan, sehingga tidak mengherankan bahwa Allah tidak dibatasi dan tidak dibelenggu oleh waktu yang Ia ciptakan. Sampai di sini, saya berharap kita bisa mengerti arti dari “Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir”.

Menariknya, kalimat Yang Awal dan Yang Akhir disambungkan dengan kalimat “yang telah mati dan hidup kembali”.

Ini adalah salah satu bentuk pengorbanan dari Tuhan Yesus yang adalah Allah sendiri. Allah yang tidak terbatas oleh waktu seperti yang saya jelaskan tadi harus mengalami batasan waktu ketika menjadi manusia. Bila sebelumnya Tuhan Yesus adalah Allah yang maha hadir, maka ketika Ia datang di dunia, Ia adalah Allah yang tidak lagi maha hadir. Karena seluruh keberadaan Yesus sebagai Allah menjelma menjadi manusia seperti dikatakan di Yoh 1:14  Firman itu telah menjadi manusia.

Mengenai hal ini Paulus membahasakan dengan nama “Keno” atau kita sering mendengarnya dengan nama teori “Kenosis” atau pengosongan diri. Dikatakan di Fil 2:7 “melainkan telah mengosongkan (Yun:Keno) diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia.

Dalam keberadaan sebagai manusia atau daging inilah Tuhan Yesus mengalami kematian untuk menebus dosa manusia. Perlu diketahui bahwa yang mengalami kematian di sini bukanlah Roh Tuhan Yesus, melainkan hanya tubuh daging atau fisiknya saja. Karena Roh Tuhan Yesus tidak dapat mati, bahkan roh manusia juga tidak akan mati atau lenyap karena kematian manusia hanya terjadi pada tubuhnya saja dan tidak terjadi pada roh-jiwanya. Roh jiwa manusia akan terus hidup, entah masuk surga atau neraka selamanya.

Ketika Tuhan Yesus menjadi manusia, Ia tidak hanya mati lalu selesai kisah-Nya, namun Ia juga bangkit. Ia tidak sekedar bangkit namun kebangkitan-Nya telah mengalahkan iblis dan maut, seperti dikatakan di Wahyu 1: 18, “Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut (hell) dan kerajaan maut (death).” Jadi kita harus ketahui dengan yakin dan tanpa ragu-ragu bahwa Tuhan Yesus telah mengalahkan iblis dan mengalahkan kuasa maut. Dan dengan demikian kelak kita bisa memiliki keyakinan yang pasti bahwa bersama Tuhan Yesus kita akan menikmati surga mulia.

Kita lanjutkan di ayat berikutnya di Wahyu 2:9  Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu–namun engkau kaya–dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis. Hal yang menarik pada jemaat Smirna ini adalah bahwa sebenarnya mereka ini adalah orang-orang yang miskin secara materi atau jasmani, namun di hadapan Tuhan Yesus mereka ini adalah orang yang kaya secara rohani. Dari hal ini kita belajar bahwa janganlah kita menghina orang yang miskin secara materi, karena anak-anak Tuhan yang miskin secara materi namun dalam kehidupannya tetap percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan yang baik, maka di hadapan Allah mereka sebenarnya adalah anak-anak Tuhan yang kaya.

Hal yang menarik dapat kita lihat bahwa sekalipun jemaat di Smirna ini adalah orang yang miskin secara materi, mereka juga mengalami fitnahan dari orang-orang yang menyebut dirinya Yahudi. Dan di hadapan Allah ternyata mereka yang memfitnah jemaat Smirna adalah jemaat iblis. Dari hal ini kita kembali belajar agar tidak sewenang-wenang kepada orang miskin, karena di hadapan Allah, yang memfitnah justru dikatakan sebagai jemaat iblis, wooww sungguh mengerikan!

Kemudian di Wahyu 2:10 dikatakan, “Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” Ketika Tuhan Yesus berkata, “Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita” ada 3 hal yang dapat kita pelajari dari kalimat tersebut;

Pertama; kita diminta untuk tidak takut ketika menghadapi penderitaan. Mengapa? Karena Tuhan Yesus hadir di dalam penderitaan kita, kita tidak ditinggalkan sendirian ketika menderita atau dalam kondisi miskin. Bahkan dikatakan bahwa Tuhan Yesus tahu semua kesusahan yang sedang dialami mereka. Kehadiran Tuhan Yesus dalam penderitaan kita inilah yang membuat semua penderitaan yang kita hadapi menjadi ringan, karena ada Allah semesta alam yang menyertai kita.

Kedua; kalimat “Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita” dapat kita pelajari bahwa penderitaan itu terkadang harus kita hadapi dan jalani. Ada penderitaan yang kita sebabkan sendiri seperti kecerobohan dalam berkendara, atau tidak menjaga kesehatan dalam masalah makanan dsb. Namun ada juga penderitaan yang memang harus ditanggung seperti misalnya karena kita mempertahankan iman kita, atau karena pengabaran Injil, atau tiba-tiba mengalami musibah atau sakit berat tanpa kita ketahui penyebabnya. Jadi sobat Home CC di manapun berada, ketika kita mengalami penderitaan yang bukan karena kesalahan kita, percayalah bahwa Allah juga hadir dalam penderitaan kita. Penderitaan seperti ini memang harus kita tanggung namun jangan kuatir karena kita menanggungnya bersama dengan Kristus.

Ketiga; kalimat “Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita” menunjukkan bahwa Tuhan Yesus sama sekali tidak menghindarkan seseorang dari penderitaan. Memang cukup menggelitik bagi kita untuk bertanya mengapa Tuhan Yesus di dalam segala kemahakuasaan-Nya tidak menghindarkan penderitaan namun justru “membiarkan” anak-anak-Nya menderita. Mari kita perhatikan di 2 Kor 2 Kor 5:2  “Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini.” yang dimaksudkan kemah oleh Rasul Paulus adalah tubuh manusia ini. Karena selama kita masih ada di dalam tubuh yang fana ini, kita senantiasa menghadapi beratnya tekanan hidup. Perhatikan di 2 Kor 5:4  Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup  Jadi kita mengalami penderitaan karena kita masih berada di dunia dan ketika kelak tubuh kita atau kemah kita ini dibongkar atau mati tubuh jasmani kita, maka kita akan mengenakan tubuh yang baru dan tidak ada lagi penderitaan yang kita hadapi. Jadi jemaat Home CC di manapun berada, tetaplah setia pada Tuhan Yesus sekalipun kita menjalani hidup yang penuh kesulitan, tantangan ataupun penderitaan. Sekali kita ikut Yesus, kita akan ikut Yesus sampai selama-lamanya. Amin.

Kita lanjutkan ke kalimat berikutnya yang mengatakan, “Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Tuhan Yesus sudah memberikan peringatan di kalimat sebelumnya bahwa jemaat di Smirna agar kuat ketika menderita dan bahwa penderitaan ini tidak dihilangkan atau dihindarkan oleh Tuhan. Intinya, Tuhan Yesus ingin agar jemaat di Smirna mampu menghadapi penderitaan ketika dijebloskan ke dalam penjara selama 10 hari lamanya. Hal yang perlu kita ingat baik-baik adalah; bahwa semua penderitaan di dunia ini tidak ada yang kekal, semua penderitaan yang anak-anak Tuhan alami hanya bersifat sementara. Karena ketika kita setia di dalam iman kita, maka kelak kita akan menjalani hidup di surga kekal selama-lamanya tanpa penderitaan. Di sanalah kekekalan akan kita alami. Sebaliknya bagi sebagian orang yang meninggalkan imannya ketika di dunia ini untuk menghindari penderitaan, maka ketika mereka telah selesai hidup di dunia yang sementara ini, mereka akan hidup dalam penderitaan kekal selama-lamanya di neraka. Karena itulah kita lebih baik menderita di dunia yang sementara ini daripada menikmati dunia namun berujung di neraka kekal selamanya.

Firman Tuhan yang tadi kita baca mengatakan, “Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” Karena itulah saya mengajak kita semua yang mendengar khotbah ini untuk setia sampai mati kepada Tuhan Yesus Kristus, dan kelak kita akan menerima mahkota kehidupan, hidup kekal selamanya di surga mulia…Haleluyah Amin!!

Ayat terakhir yang dituliskan kepada jemaat di Smirna dikatakan demikian, “Wahyu 2:11  Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua.” 

Tuhan Yesus mengatakan bahwa karena kita memiliki telinga, maka seharusnya telinga itu dipergunakan untuk mendengarkan apa yang dikatakan Roh Allah untuk jemaat di Smirna, bukan mendengarkan apa kata dunia atau apa kata dari para penyesat yang berusaha menyesatkan jemaat Tuhan. Roh Allah dalam ayat tersebut mengatakan, “Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua.” Perlu diketahui bahwa yang dimaksudkan kematian pertama adalah kematian tubuh jasmani manusia saat menjalani hidup di dunia ini. Dan ketika kematian terjadi, hanya tubuh manusia saja yang mati, sementara roh dan jiwa manusia itu tetap hidup dan eksis. Karena ketika roh dan jiwa manusia diciptakan, tidak akan pernah musnah atau lenyap. Dan yang dimaksudkan dengan kematian kedua adalah penderitaan kekal jiwa dan roh seseorang selamanya di neraka. Jadi Roh Allah memberikan peringatan kepada jemaat di Smirna dan kepada kita yang mendengar khotbah ini agar kita mendengarkan apa yang dikatakan Roh Allah untuk tetap setia sampai mati sehingga kelak kita akan menerima mahkota kehidupan dan tidak akan menderita apapun melainkan hidup penuh sukacita bersama Tuhan Yesus kekasih hati kita.


Ps Jimmy Lizardo