8. Dianiaya Kok Berbahagia

saat ini kita akan melanjutkan kembali dalam seri khotbah ucapan berbahagia yang disampaikan oleh Tuhan Yesus di bukit. Kita akan bersama-sama belajar di ayat Mat 5: 10, “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.”

            Memang cukup aneh memikirkan bagaimana seseorang yang dianiaya dapat dikatakan berbahagia? Dapatkah seseorang berbahagia apabila dalam hidupnya senantiasa dibayang-bayangi dengan ancaman aniaya? Pada hari ini kita akan bersama-sama belajar kebenaran Firman Tuhan ini.

Isi

            Ketika seseorang ingin menjadi bagian dari sebuah jemaat atau anggota gereja tertentu, terkadang kita mendengar ada iming-iming dari gereja tersebut. Bisa saja diakonia bagi yang membutuhkan, antar jemput bagi jemaat baru, ataupun jabatan-jabatan tertentu di dalam gereja yang membuat seseorang kemudian ingin masuk ke dalam gereja tersebut menjadi anggotanya. Tawaran-tawaran seperti ini membuat iman jemaat terlena dan merasa di-ninabobo-kan oleh gereja. Bila ada jemaat yang tersinggung dengan salah seorang anggota yang lain, maka begitu mudahnya ia keluar dan mencari gereja lain yang sesuai dengan keinginannya.

            Sementara ketika Tuhan Yesus mengajar, ia mengatakan hal yang sebenar-benarnya bahkan juga ancaman yang mungkin saja diterima oleh orang-orang yang mengikuti-Nya. Di Mat 5:10 ini dikatakan bahwa ada “ancaman” akan aniaya ketika mereka mengikuti Tuhan Yesus dan ajarannya. Tentu saja khotbah dan ajaran seperti ini tidak pernah populer di masa sekarang.

            Beberapa dekade belakangan ini, gereja-gereja memberikan ajaran “Pasti Diberkati”, “Double Portion”, “Berkat Kesulungan”, “Berkat Anak Raja”, dan sebagainya dengan tag line yang membuat orang tergiur untuk datang dan menjadi anggota gereja tersebut.

            Ketahuilah saudara, bahwa kalau hanya sekedar berkat materi yang kita cari, orang Atheis-pun yang bekerja sungguh-sungguh akan menikmati banyak materi, dapat menjadi kaya dan berkelimpahan. Artinya, seseorang yang tanpa Tuhan namun bekerja dengan sungguh-sungguh dapat menjadi kaya secara materi.

            Jadi ketika kita mengikut Tuhan, janganlah berpikir bahwa kita akan diberkati secara materi karena rajin berdoa, rajin sembahyang, rajin baca Alkitab, rajin beribadah. Semua itu kita lakukan bukan karena ingin mendapatkan berkat dari Tuhan, namun kita lakukan karena kita mengasihi Tuhan Yesus.

            Di sinilah motivasi paling dasar yang harus kita benahi agar tidak keliru dalam mengikut Tuhan. Namun sayangnya justru banyak hamba Tuhan yang berkhotbah bahwa tindakan-tindakan keagamaan dapat membuat seseorang mendapatkan banyak berkat. Seperti yang tadi telah saya katakan bahwa seorang Atheispun kalau bekerja dengan rajin akan mendapatkan materi yang berkelimpahan. Jadi jangan pernah berpikir bahwa tindakan agamawi dapat menggantikan usaha dan pekerjaan kita. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh dan serahkan hasilnya kepada Tuhan.

            Bila banyak hamba Tuhan yang mengkhotbahkan dengan iming-iming berkat, maka tidak demikian dengan Tuhan Yesus. Berkali-kali ketika ada orang-orang yang ingin mengikut Tuhan Yesus, justru Tuhan Yesus memberikan tantangan yang cukup berat kepada orang-orang yang hendak mengikuti-Nya. Mari kita perhatikan beberapa contohnya berikut ini;

a.      Mat 8:18-20 diceritakan ketika ada seorang ahli Taurat ingin mengikut Yesus, Yesus justru berkata bahwa “serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.

Ketika seorang yang memiliki pengaruh dan pengikut ingin ikut Yesus, justru Yesus memberikan peringatan kepada ahli Taurat tersebut bahwa bila ia mengikut Yesus, bukan kenikmatan, bukan popularitas dan bukan berkat yang akan didapatkan, namun kesengsaraan.

Sementara banyak hamba Tuhan di masa kini yang begitu populer dengan ajaran-ajaran berkatnya, bahwa orang yang mengikut Yesus akan diberkati dengan melimpah, kebal dengan sakit penyakit, tidak mengalami kebangkrutan, dan banyak ajaran berkat lainnya yang sangat berbahaya bagi kekristenan.

b.     Matius 10:16-32 menjelaskan bagaimana ada penganiayaan bagi orang-orang yang mengikut Yesus. Bahwa akan ada orang-orang yang menyesah kita, menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, kita dibenci karena nama Yesus, dan kemudian Yesus berkata di ayatnya yang ke 33, “Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di surga.”

Hal ini menunjukkan ada begitu banyak tantangan yang harus dihadapi oleh anak-anak Tuhan.

c.      Di Matius 10:39 dikatakan, “Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” Hal ini menunjukan bahwa anak-anak Tuhan harus siap untuk menderita bahkan menderita sampai rela mati untuk nama Yesus. Sungguh berbeda ajaran-ajaran Tuhan Yesus dengan ajaran para hamba Tuhan yang menina-bobokan iman jemaat.

Karena hal-hal demikianlah maka saya sebagai hamba Tuhan terpanggil untuk memberitakan Firman Tuhan secara seimbang, adil dan benar dalam pengajaran. Untuk itulah Home CC hadir agar ajaran yang benar bisa didapatkan oleh orang-orang Kristen.

Ketika Yesus berkata “Berbahagialah orang yang dianiaya karena kebenaran”, hal ini menunjukkan bahwa ada harga yang begitu mahal mengenai kebenaran itu sendiri. Kebenaran yang disampaikan dapat saja membuat panas hati seseorang. Menariknya, hal ini juga pernah dialami di zaman rasul-rasul, di KPR 5:33  “Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka dan mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu.”

Sebuah perkataan kebenaran dapat membuat hati seseorang tertusuk dan bermaksud membunuh rasul-rasul yang menyampaikan kebenaran itu. Dari hal ini kita belajar bahwa kebenaran itu mahal harganya, akan ada banyak penentang yang berusaha membungkam kebenaran.

Pertanyaan yang patut kita munculkan adalah, “Mengapa kebenaran itu berusaha dibungkam? Mengapa kebenaran itu mahal harganya?” Untuk menjawab hal ini, maka kita harus ketahui bahwa sebuah kebenaran itu pada akhirnya akan berujung di antara surga dan neraka. Sebuah kebenaran pada akhirnya dibayar dengan kehidupan kekal seseorang.

Sebuah kebenaran yang harus kita ketahui adalah bahwa mengikut Tuhan Yesus harus rela menyerahkan nyawanya dan kita juga harus siap ketika menderita aniaya karena nama Yesus. Kita harus rela kehilangan apapun, termasuk nyawa kita untuk mengikut Yesus.

Sementara seseorang yang berpikir bahwa mengikut Yesus akan menikmati berkat yang melimpah, akan selalu ada perlindungan dalam hal jasmani, dalam hal kesehatan, dalam hal materi, dan sebagainya, maka imannya akan mudah sekali goyah. Misalnya ketika orang ini mengalami kebangkrutan, PHK, sakit yang parah, maka ia marah kepada Tuhan dan mempertanyakan kebaikan dan keberadaan Tuhan, “Mengapa Tuhan tidak menghindarkan aku dari segala sakit penyakit, mengapa Tuhan tidak menghindarkan aku dari kebangkrutan? Bukankah ada begitu banyak orang di luar sana yang jahat dan hidup mereka baik-baik saja? Mengapa Tuhan tidak menghukum mereka saja?”

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu akan begitu mudah terlintas di hati orang Kristen yang hidupnya tidak memiliki fondasi iman yang benar. Dan iman yang benar tentu didapatkan dari pengajaran Firman Tuhan yang benar. Bila Firman Tuhan yang disampaikan tidak benar, maka orang yang mendengar akan memiliki fondasi iman yang keliru dan pada akhirnya akan mudah meninggalkan kekristenan dan meninggalkan Tuhan Yesus. Bukankah orang-orang yang demikian pada akhirnya akan berujung di neraka? Jadi kebenaran itu mahal harganya karena pada akhirnya kebenaran itu akan membuat seseorang berada di surga atau di neraka.

Melalui khotbah ini, saya memberikan peringatan untuk kita semua yang mendengar kebenaran Firman Tuhan ini, bahwa mengikut Tuhan Yesus itu tidak mudah, ada banyak tantangan, dan harus siap mempertaruhkan segalanya termasuk nyawa kita. Saya tidak bermaksud untuk mengajak kita sengaja sengsara dalam menjalani hidup ini. Sama sekali tidak! Namun yang saya maksudkan adalah “Seandainya kita mengalami sengsara dan penganiayaan karena mengikut Tuhan Yesus, teruslah setia mengikut Yesus, jangan tinggalkan iman kita. Setialah sampai mati, karena pada akhirnya kita akan mendapatkan kehidupan kekal bersama Tuhan Yesus di surga.”

Demikianlah pengajaran Tuhan Yesus yang sebenar-benarnya. Yesus tidak pernah mengatakan bahwa mengikut Yesus akan membuat hidup menjadi lebih mudah, namun Tuhan Yesus menjamin bahwa mereka yang setia kepada-Nya akan mendapatkan hidup kekal.

Jadi karena pengharapan akan hidup kekal inilah yang Tuhan Yesus sampaikan bahwa seorang yang dianiaya karena kebenaran harus berbahagia. Tentu bukan karena aniaya yang membuatnya bahagia, namun karena ada jaminan keselamatan itulah yang membuatnya berbahagia.

Yohanes 15:18-19 mengatakan, “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dinia mengasihi kamu sebagai miliknya, tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.” Ayat ini menunjukkan bahwa ketika anak Tuhan dibenci karena kebenaran oleh dunia ini, maka hal ini berarti bahwa kita bukan bagian dari dunia ini. Hal ini menunjukkan bahwa kita adalah anak-anak Tuhan sehingga dunia membenci kita. Karena kita bukan dari dunia dan bukan bagian dari dunia ini, melainkan kita adalah anak-anak Tuhan yang telah dipilih oleh Tuhan, maka sudah sepatutnya kita menjadi orang yang berbahagia. Inilah maksud dari perkataan Tuhan Yesus di Matius 5:10 ini.

Jadi berbahagialah kalau kita sebagai anak-anak Tuhan harus menderita aniaya karena kebenaran yang kita yakini, teruslah berjalan di jalan yang benar sekalipun nyawa taruhannya, karena keselamatan kekal telah menunggu kita. Amin

Ps Jimmy Lizardo