01 Jemaat di Efesus

Kitab Wahyu kepada Yohanes adalah kitab terakhir dalam kanon yang menutup sejarah Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen. Kitab ini juga merupakan sebuah kitab yang berisikan penglihatan akan masa yang akan datang, lambang, tanda, bilangan yang sulit untuk dipahami oleh orang Kristen. Oleh karena itulah kita harus berhati-hati dalam menafsirkan kitab Wahyu.

Namun ada hal yang dapat kita pelajari dari kitab Wahyu khususnya tulisan kepada 7 jemaat di kitab Wahyu ini, karena itulah kita akan belajar tulisan kepada jemaat di Efesus pada saat ini dan sebelumnya saya akan membacakan di Wahyu 2:1-7 lebih dahulu kepada saudara;

Rev 2:1  “Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu. 

Rev 2:2  Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. 

Rev 2:3  Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. 

Rev 2:4  Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. 

Rev 2:5  Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. 

Rev 2:6  Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci. 

Rev 2:7  Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.” 

Kalau kita perhatikan, di Wahyu 2:1 yang tadi saya bacakan, ada hal yang aneh dan tidak biasa kita dengar dan pahami, dikatakan “Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus”. Mengapa tulisan ini ditujukan kepada malaikat jemaat? Bukankah malaikat itu utusan Allah? Bukankah malaikat tidak perlu diberi tulisan oleh Rasul Yohanes yang menuliskan kitab Wahyu ini?

Kita perlu ketahui bahwa kitab Wahyu ini adalah Wahyu dari Tuhan Yesus Kristus yang dinyatakan kepada Yohanes. Dan Yohanes diminta untuk menuliskan dalam sebuah kitab dan dikirimkan kepada tujuh jemaat, seperti dituliskan di Wahyu 1:10-11, Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala, katanya: “Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia.” 

Jadi bila kita membayangkan bahwa surat ini atau kitab ini benar-benar ditujukan kepada malaikat sebagai makhluk rohani, maka seharusnya Tuhan Yesus tidak perlu menyuruh Yohanes menuliskannya, namun Tuhan Yesus langsung saja mengatakan kepada para malaikatnya.

Dan karena Tuhan Yesus menyuruh Rasul Yohanes untuk menuliskan dalam sebuah kitab dan mengirimkan tulisan ini, maka sudah pasti yang dimaksudkan bukanlah benar-benar malaikat sebagai makhluk rohani seperti yang kita pahami. Lalu kalau demikian, apakah arti dari malaikat yang dimaksudkan?

Menurut Jospeh Benson’s Commentary, kata malaikat yang dimaksudkan adalah: kepada pastor atau hamba Tuhan atau uskup, atau penatua atau pelayan yang melayani. Mereka disebut malaikat karena mereka juga utusan Allah. Sekalipun kata Yunani ini dituliskan sebagai aggelos (ἄγγελος) atau dalam bahasa Inggris adalah angle, namun perlu kita ketahui bahwa kata aggelos yang sama juga dipakai di Mat 11:10  “Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku (yaitu Yohanes Pembaptis) mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.” Kata utusan-Ku tersebut, dalam bahasa Yunaninya adalah aggelos (ἄγγελος) atau dalam bahasa Inggris adalah angle. Jadi kita perlu pahami bahwa tidak selamanya kata malaikat diartikan benar-benar sebagai malaikat sebagai makhluk rohani atau surgawi. Dan seharusnya agar tidak membingungkan pembaca, maka seharusnya dituliskan sebagai “utusan” dan bukan “malaikat”.

Ada beberapa versi Alkitab yang tidak menuliskan sebagai malaikat atau angel, melainkan sebagai utusan atau messenger, misalnya dalam versi International Standard Version dan God’s Word dikatakan “To the messenger of the church in Ephesus” atau dalam versi Literal Standard Version yang menuliskan To the messenger of the Ephesian assembly” Jadi dapat kita simpulkan dan pahami sekarang bahwa tulisan ini ditujukan kepada: utusan atau hamba Tuhan atau penatua atau siapapun yang sedang melayani jemaat di Efesus saat itu.

Dari tulisan yang disampaikan kepada jemaat di Efesus ini, ada beberapa hal pelajaran yang dapat kita ambil dalam tulisan ini;

  1. Bahwa jemaat Efesus adalah jemaat yang rajin didalam pekerjaannya, mereka adalah orang-orang yang berjerih payah dan tekun di dalam pekerjaan mereka. Kitab KJV menuliskan I know thy works, and thy labour, and thy patience. Artinya mereka adalah orang-orang yang memiliki usaha dan pekerjaan dan bukanlah orang yang menganggur.

Tuhan mengatakan “Aku tahu segala pekerjaanmu”, ini menyiratkan bahwa Tuhan Yesus tahu semua apa yang sedang kita kerjakan, tahu bahwa kita sedang bergumul di dalam pekerjaan kita dan juga tahu akan ketahanan atau endurance kita terhadap masalah.

Kita mungkin menganggap bahwa pekerjaan itu bukan hal rohani, namun sekalipun demikian, Tuhan juga hadir di dalam pekerjaan kita. Jadi Tuhan hadir di dalam semua hal dan tidak memisahkan sesuatu yang tampak rohani atau jasmani.

Sekalipun di dalam pekerjaan kita yang mungkin sedang menghadapi kesulitan dan tantangan, namun Tuhan hadir di dalam usaha pekerjaan kita. Ini menunjukkan bahwa Tuhan peduli kepada pekerjaan kita dan semua kesulitan yang kita hadapi. Maka dari itu, jemaat Home CC di manapun berada, kalau saat ini sedang mengalami kesulitan dan tantangan di dalam pekerjaan, jangan putus asa, karena kita memiliki Tuhan yang mengetahui dan peduli dengan semua kesulitan yang kita hadapi.

  1. Lalu di ayat ke 2 dikatakan “Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.”

Ada hal yang menarik pada ayat ini bahwa jemaat di Efesus ternyata memiliki karunia rohani “membedakan roh”. Ketika ada orang yang menyatakan diri memiliki karunia sebagai “rasul”, beberapa jemaat di Efesus mencobai atau menguji orang tersebut apakah benar memiliki karunia rasul atau tidak dan ternyata setelah diuji, ternyata kedapatan bahwa orang tersebut bukanlah rasul melainkan pendusta.

Maka nilai yang bisa kita ambil adalah; Bila ada seseorang yang mengaku memiliki karunia rohani tertentu seharusnya gereja atau jemaat berani melakukan pengujian terhadap orang yang demikian. Tetapi sayangnya di zaman sekarang, justru jemaat atau orang Kristen pada umumnya begitu terpesona dengan pamor para hamba-hamba Tuhan yang mengklaim diri memiliki karunia kerasulan, karunia nubuat, karunia kesembuhan, karunia penglihatan atau karunia nabi dan lainnya.

Bila seseorang memiliki karunia nabi atau nubuatan dan ketika dia bernubuat namun tidak terjadi nubuatannya maka jemaat atau orang Kristen harus berani menyatakan bahwa hamba Tuhan tersebut adalah pendusta. Namun sampai sekarang tidak ada yang berani menguji mereka seperti jemaat di Efesus pada waktu itu. Ironisnya sekalipun apa yang disampaikan para nabi ini salah, toh orang Kristen tetap terpesona dengan omongan-omongan yang disampaikan.

Saya dan tim penggembalaan di gereja Home CC, berani menyatakan bahwa bila ada seorang yang menyatakan diri di jemaat Home CC sebagai seorang yang memiliki karunia tertentu, maka orang itu haruslah diuji, agar terbukti bila memang benar memiliki karunia seperti yang dikatakan, justru akan dipakai untuk membangun tubuh Kristus dan menjadi berkat bagi banyak orang. Namun bila tidak, maka kami tidak segan-segan untuk memberikan tindakan pendisiplinan gereja berupa penggembalaan secara khusus, karena di akhir zaman ini akan banyak para penyesat yang muncul seperti yang dikatakan Mat 24:4  “Jawab Yesus kepada mereka: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Dan di Mat 24:11  “Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.”

  1. Hal ketiga yang dapat kita pelajari dapat kita lihat di ayat ke 3“ Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.” 

Jemaat di Efesus begitu luar biasa karena mereka tetap sabar di dalam penderitaan karena nama Tuhan.

Hal ini penting bagi jemaat Home CC di manapun berada, bahwa sekalipun kita menderita, kita harus tetap sabar dan tidak boleh lelah. Kita harus tetap memiliki iman di dalam Tuhan dan tetap percaya bahwa Tuhan Yesus itu Tuhan yang baik sekalipun keadaan tidak baik, kita tetap setia sekalipun menderita dalam hidup dan tetap mengikut Tuhan Yesus termasuk ketika mengalami sakit penyakit.

  1. Hal keempat yang dapat kita pelajari adalah: bahwa Tuhan Yesus menegur jemaat Efesus seperti yang dikatakan di ayat ke 4-5, “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.” Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

Ternyata Tuhan Yesus mengatakan kepada jemaat di Efesus bahwa mereka telah meninggalkan kasih mula-mula kepada Tuhan Yesus. Seperti apa gambaran kasih mula-mula itu? Walaupun tiap orang tidak sama, namun kasih mula-mula dapat digambarkan seperti ketika kita pertama kali menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan kemudian ada perasaan menggebu-gebu untuk terus mencari Tuhan, membaca Alkitab, datang beribadah, rindu melayani, menginjil dll. Intinya adalah ada rasa haus dan lapar untuk mencari Tuhan dan melayani Tuhan. Namun dalam perjalanan waktu, ternyata kasih mula-mula ini tidak lagi dimiliki oleh jemaat di Efesus dan Tuhan Yesus mencela mereka. Dalam keadaan seperti ini, lalu apa yang harus dilakukan oleh jemaat Efesus?

Inilah yang harus dilakukan oleh jemaat di Efesus, yaitu ketika Tuhan Yesus mengatakan di ayat ke 5 “melakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan.

Perhatikanlah bahwa Tuhan tidak memerintahkan agar jemaat Efesus untuk mencari atau mendapatkan kembali kasihnya yang semula, namun diminta untuk melakukan apa yang pernah dilakukan ketika mereka mengalami kasih mula-mula itu.

Artinya adalah sekalipun perasaan menggebu-gebu itu berangsur menjadi perasaan yang biasa saja, namun kita harus tetap melayani, harus tetap beribadah, harus tetap mencari Tuhan, intinya kita haruslah tetap SETIA kepada Tuhan. Inilah yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus, karena seiring hilangnya kasih mula-mula, banyak jemaat Efesus yang tidak lagi setia dalam ibadah, tidak lagi melayani dan tidak lagi mencari Tuhan.

  1. Hal ke 5 yang dapat kita pelajari dapat kita lihat di ayat ke 6 Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.

Nikolaus mengajarkan ajaran sesat dan para pengikutnya tidak mendapatkan tempat di Efesus, hal ini dipuji oleh Tuhan Yesus karena jemaat Efesus tidak menerima ajaran sesat dan menguji mereka yang merasa memiliki karunia-karunia rohani. Sekalipun kita tidak tahu dengan pasti siapakah Nikolaus itu, namun yang terpenting bagi kita semua adalah berhati-hatilah terhadap ajaran-ajaran sesat yang ada di gereja, yang ada di youtube, yang ada di Instagram atau di TIKTOK.

Semua penyesatan ini telah masuk ke dalam kehidupan orang-orang Kristen dengan bungkus yang menarik, dengan janji-janji seperti mengikut Tuhan Yesus pasti semua sakit disembuhkan, semua hutang akan lunas, semua kesulitan akan hilang, semua  penderitaan akan digantikan dengan berkat kemenangan. Hal-hal inilah yang harus kita perangi karena mengajarkan pengajaran yang tidak seimbang dan membuat jemaat tidak mendasarkan iman pada Kristus namun kepada berkat-Nya saja.

Perhatikan Firman Tuhan di bagian yang lain mengatakan bahwa bila kita mengikut Tuhan maka harus siap untuk memikul salib, Luk 9:23  Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

Karena itulah sebagai hamba Tuhan, harus memberikan pengajaran yang seimbang. Memang benar dan tidak perlu diragukan bahwa Tuhan pasti memberkati anak-anak-Nya, namun seandainya tidak, kita jangan meninggalkan iman karena tujuan kita mengikut Tuhan Yesus bukanlah agar bertambah kaya ataupun tidak mengalami sakit penyakit atau penderitaan. Kita mengikut Tuhan Yesus karena kita mengasihi-Nya. Mengapa kita mengasihi-Nya? Karena Ia telah lebih dahulu mengasihi kita dengan memberikan nyawa-Nya kepada kita. Inilah nilai yang harus kita pegang, sementara semua berkat yang kita terima itu hanyalah bonus atau tambahan saja, bukan sesuatu yang kita kejar.

  1. Hal ke 6 yang dapat kita pelajari dapat kita lihat di ayat ke 7, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.” 

Kita bisa dapatkan pelajaran dari ayat ini bahwa kita bukan saja sekedar mendengar Firman Tuhan seperti yang saudara dengar pada saat ini, namun juga melakukan Firman Tuhan yang kita dengar dan setia kepada Tuhan Yesus seumur hidup kita. Ketika usia kita sudah genap maka kita akan menjadi orang-orang yang menang. Karena itu teruslah setia pada Tuhan Yesus dan Ia akan memberikan kita kehidupan kekal di surga mulia.

            Setelah kita belajar 6 hal dari tulisan kepada jemaat Efesus ini, maka kita haruslah menjadi anak-anak Tuhan yang terus setia melakukan pelayanan seperti kasih kita mula-mula, teruslah menyatakan kebenaran dan memerangi penyesatan yang datang kepada orang-orang Kristen. Marilah kita berani menguji mereka yang berkata memiliki karunia rohani namun ternyata banyak di antara mereka yang pendusta. Dan hal yang terpenting dalam semua pelajaran di atas adalah kita harus setia mengikut Tuhan Yesus sampai genap usia kita, sekalipun penderitaan ataupun sakit penyakit yang kita alami. Setialah pada Tuhan Yesus yang telah setia pada kita. Amin

Ps Jimmy Lizardo

34 thoughts on “01 Jemaat di Efesus”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *